8 januari 2009

By Esti darmawati

Setelah berdikusi mengenai PKL yang telah kita lakukan di daerah pacitan, kita membuka sedikit diskusi mengenai teori evolusi yang emang seharusnya ga ada, yang mana udah 150 thn kita di tuntut ama paham yang sebenarnya ga seharusnya.. Alhamdulillah sekali sekarang terkuaklah bahwa evolusi pada manusia itu ga ada. Tuh di kompas kemarin….baca yach!!!

Besar banget kesenangan yang aku rasain ini memngingat seringkali aku merasa batin dan keimananku menjadi suatu yang bertentangan ketika aku memilih untuk mengkaji spesialisasi ilmu antropologi yang mana banyak hal yang mungkin membuatku dengan mudah percaya pada hal yang bertentangan dengan agamaku, cba kita bayangkan seorang antropologi ketika melakukan suatu penelitian harus benar-benar terjun di dalam lingkup yang di teliti, berhubung antropologi sendiri membahas mengenai foklor dan banyak mitos tambah lagi denagn evolusi2 ga jelas yang mana yang benar para ilmuan aja pada bingung apalagi kita yang belajar dari ilmuan yang bingung..moga aja kita masih di beri kesadaran untuk senantiasa bergfikir hingga tak selalu hanya menerima saja tanpa mau mengkaji ilmu tersebut terlebih dahulu…bener g????…huh jadi emang benar-benar berusa untuk jangan sampe’ termanipulasi ilmu aja….yang patut aku syukuri adalah untungnya semua amalan ataupun yang kita lakuakan di lihat dari niatnya…… itulah baiknya ALLAH.

Ketika aku mulai sadar bahwa apa yang aku pelajaari bertentangan maka aku lebih harus bersemangat dalam belajar, dengan begitu aku bisa membuktikan bahwa akku benar. Di satu sisi di ruang kelas aku mendengarkan dengan seksama apa yang di katakana dosenku mengenai konsep perubahan homo pada masa prasejarah hingga saat ini,dan dari buku Mr William A.Haviland yang edisi 4 jilid 1 banyak mmberikan masukan dalam otakku mengenai factor perubahan homo menjadi seperti manusia saat ini, dari mulai mengecilnya gigi mereka akibat mereka telah memanfaatkan metode masak, itu salah satu factor nya, namun disisi lain di ruang kamar anak kost2 an yang berukuran kurang lebih 3×3 di temani laptop dan buku nya Mas Harun Yahya mengenai Runtuhnya Teori Evolusi dan di tambah lagi AL-QUR`AN. Pertanyaan yang sampai sekarang aku ga bisa menjawabnya dengan lantang adalah ketika seseorang bertanya padaku, “Ukh, siapa yang duluan di ciptakan di dunia ini homo itukah atau Adam?”

Apa karna memang ilmu ku yang masih sedikit memiliki ilmu atau memang karna aku yang belum mamampu? Semua harus di gali lagi…..tapi setelah aku konsultasi pada beberapa orang banyak kesimpulan yang aku dapatkan,,

Yang pertama;

Q.S[2.30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Nah ada dua penafsiran yang pertama; mlaikat berkata seperti itu di kerenakan memang malaikat hanya menebak saja bahwa nantinya khalifah ini akan menimbulakan pertumpahan darah, namun penafsiran yang kedua adalah bahwa ALLAH bisa saja telah menciptakan mahluk sebelum Adam (baca:ingat mahluk bukan manusia) jadi bisa ssaja bahwa mereka si homo itulah mahluk tersebut.

Yang kedua;

Sepertinya yang ku tanya adalah seorang darwinisme…hehe

Menurutnya soerang harun merupakan peneliti yang kurang handal mengingat bahwa suatu karya ilmiah tidak boleh menyudutkan teori lain (mungkin dia lupa kalo’ si mas Haarun emang judul bukunya “keruntuhan teori evolusi”). Dan merasa bahwa alas an banyak orang memilih Harun Yahya adalah karna manusia tidak ingin mengakui bahwa manusia memiliki nenek moyang yang lebih rendah kwalitasnya….huh.. dan juga karna menurutnya karna Harun mengambil konsep penelitiannya dari alqur’an

Yah semua jawaban dari mereka makasih lah ALLAHU A’LAM bi SWaB

Yang paling mengerikan ketika aku menanyakan pada salah seorang dosenku, Bu’ apa mungkin suatu perubahan homo itu di pengaruhi oleh perubahan eksternal, bukan gen dari orang tuanya? Kalaupun ada apakah berlangsung serempak pada seluruh individu manusia?

Jawabnya

Bisasaja, itu namanya akibat mutasi dan berlangsung secara serempak juga bisamterjadi apabila keadaan lingkungannya memang mempengaruhi adanya.

Haaaaaaaaaaaa…..bingung….

Tambah banyak aja pikiran dalm otak aku….

1. loh mutasi? Bukannya mutasi beakibat pada terbentuknya suatu perubahan yang merugikan?kecuali seleksi alam…itu loh seperti yang ada dalam bukunya B. G. Ranganathan, Origins?, Pennsylvania, The Banner Of Truth Trust, 1988 yang isinya itu menyatakan bahwa Mutasi bersifat kecil, acak dan berbahaya. Mutasi pun jarang terjadi dan kalau-pun terjadi, kemungkinan besar mutasi itu tidak berguna. Empat karakteristik mutasi ini menunjukkan bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada perkembangan evolusioner. Suatu perubahan acak pada organisme yang sangat terspesialisasi bersifat tidak berguna atau membahayakan. Wah ga mungkin banget kan ketika perubahan homo tersebet di pengaruhi oleh mutasi,, seharusnya bukan menjdi mahluk seperti saat ini namun mungkin menjadi mehluk yang lebih rendah keadaanya di banding homo-homo purba tersebut…hiii serem

Wah pokok’e weslah banyak lagi pertanyaan dalam otakku yang ingin rasa nya ku perdebatkan di bangku kuliah, syangnya aku masih smester satu jadi tenang-tenang dulu lah…tunggu ilmune numpuk… dan di kompas kemarin dengan jelas mengatakan bahwa emang ga ada tuh evolusi…hehae

Saatnya pemerintah mengganti buku antropologi baru…..dah ga guna belajar ilmu yang dah ga kuat lagi dasanya……mending memikirkan kelanjutan dari kebenaran………

He ngantuk…pokoke Allahu A’lam. Semoga kita termasuk hambanya yang bisa berfikir dan jangan mau menerima ilu tanpa tau dasarnya,,, udah dulu ya…moga bermanfaat